Minggu, 13 Agustus 2023

SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR

 By. @chsan M

Yukk latihan soalnya dulu n lihat skormu... klik tautan berikut https://forms.gle/oW5iyzDYxFNs4M256 masuk dan mengerjakan soal nya 


Fungsi Sistem Pengisian

Sistem pengisian berfungsi untuk merubah energi gerak menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk mensuplai kebutuhan listrik pada kendaraan dan mengisi baterai. Tegangan yang dihasilkan harus tetap stabil walaupun putaran mesin berubah-ubah. Beban kelistrikan pada kendaraan semakin lama semakin besar seperti ditunjukan pada gambar grafik peningkatan kebutuhan listrk pada kendaraan, karena banyak komponen dan sistem pada kendaraan menggunakan komponen elektrik yang mampu dikontrol.

 
Gambar. Grafik peningkatan kebutuhan listrik pada kendaraan

Sehingga sistem pengisian mempunyai peran yang sangat penting dalam sistem kelistrikan kendaraan khusunya sepeda motor dimana kedudukan sistem pengisian pada sepeda motor bisa digambarkan sebagaimana deperlihatkan pada gambar berkut.

 
Gambar.Sistem pengisian yang baik

Sistem pengisian yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan suplai energi listrik kurang dari kebutuhan, hal ini menyebabkan energi listrik yang tersimpan di baterai dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan suplai dari sistem pengisian sehingga energi listrik pada baterai dapat habis, bila energi listrik di baterai habis maka sistem kelistrikan tidak dapat berfungsi. Salah satu sistem kelistrikan adalah sistem pengapian, bila sistem pengapian tidak berfungsi maka motor bensin akan mati.

Sistem stater merupakan contoh lain pada sistem kelistrikan yang paling besar kebutuhan energi listriknya, karena digunakan untuk menggerakan dinamo stater sehingga mesin dapat berputar untuk pertama kali menghidupkan mesin. Apabila energi listrik yang tersimpan di baterai cepat berkurang akibat sistem pengisian tidak sempurna maka mesin tidak mau berputar dan sulit hidup karena putaran motor starter lemah bahkan tidak berputar. Dengan demikian sistem pengisian yang baik yaitu:

1)   Mampu mensuplai semua kebutuhan beban kelistrikan

2)   Mampu mengisi baterai sesuai kebutuhan

3)   Dapat bekerja saat mesin idle

4)   Tegangan tetap stabil pada semua kondisi kerja kendaraan

5)   Mempunyai efisiensi rasio antara daya yang dihasilkan dengan berat yang baik

6)   Rendah dalam perawatan

7)   Memberi indikasi kalau terjadi gangguan

Komponen sistem pengisian

Pada gambar dibawah merupakan  penampang letak komponen sistem pengapian Supra 100 cc. Pada dasarnya kerja dari pada sistem pengisian adalah mengalirkan arus listrik dari sumber arus Alternator menuju Rectifier/Regulator   menuju Baterai dan bukan sebaliknya karena arus baterai tidak bisa mengalir ke alternator dikarenakan ada regulator yang mana komponen di dalam regulator bisa mencegah aliran arus  balik tersebut.

 
Gambar. Letak komponen sistem pengisian Supra 100 cc

a.    Alternator

Alternator atau sering disebut generator merupakan penghasil sumber arus AC, sebagai sumber utama kebutuhan arus listrik pada sistem kelitrikan sepeda motor. Komponen-komponen dari alternator terdiri dari Roda gaya magnet dengan 2 pasang pool medan magnet atau 6 pasang pool medan magnet. Roda gaya tersebut biasanya dirakit pada ujung poros engkol sehingga putaran roda gaya sama dengan putaran mesin, bagian ini disebut sebagai Rotor (bagian yang berputar) yang terdiri dari magnit permanen dan dudukan magnit. Pada bagian yang lain dari alternator adalah kumparan pembangkit yang terikat mati pada rumah alternator. Pada bagian tersebut terdapat inti besi lunak berjumlah 2 batang atau 12 bagian yang dililit kumparan, ada yang ujung kumparannya berjumlah 2 ada juga 3 buah, kumparan tersebut disebut juga denan istilah stator. Masing-masing ujung kumparan dihubungkan dengan massa (-), ujung yang lain digunakan untuk lampu penerangan, pengapian dan pengisian.

Pada umumnya sepeda motor yang tergolong berkapasitas kecil sampai dengan 250 cc menggunakan alternator jenis yang seperti ditunjukkan pada gambar. Dengan   konstruksi   banyak   pool   medan   magnet   dan   pool   pembangkit diharapkan arus pengisian menjadi lebih rata. Kebutuhan listrik pada sepeda motor jenis ini tidak begitu besar sehingga cukup dengan menggunakan magnet permanen sehingga konstruksinya menjadi kompak menyatu didalam mesin.

 
Gambar. Konstruksi alternator

Berbeda dengan kebutuhan arus pada sepeda motor besar yang memerlukan daya untuk system kelistrikan besar dan menggunakan baterai yang juga berkapasitas besar. Guna memenuhi kebutuhan arus tersebut diaplikasikan generator bentuk lain yang merupakan bagian diluar mesin seperti pada gambar. Hal ini dimungkinkan karena generator ini menggunakan magnet listrik (remanen) yang dapat diatur kekuatan magnetnya sehingga dapat membangkitkan arus yang cukup untuk keperluan system kelistrikan.

Sepeda motor besar atau lazim disebut motor gede mulai dengan sepeda motor berkapasitas diatas 500 cc dengan 4 silinder kebanyakan menggunakan alternator yang sama digunakan pada kendaraan ringan (mobil). Konstruksi ini memungkinkan dilakukan perbaikan pada komponennya tanpa harus melepas bagian bagian mesin tetapi cukup unit alternator dilepas dari mesin. 

 
Gambar. Alternator motor besar

Pertimbangan tersebut diambil alternator memiliki daya lebih besar untuk dapat memenuhi kebutuhan arus lebih besar. Untuk komponen alternator pada motor gede bisa dilihat pada gambar dibawah ini

Pada alternator yang digunakan pada sepeda motor dengan kapasitas besar seperti ditunjukkan pada gambar komponen alternator yang sudah dilengkapi dengan regulator yang terpasang jadi satu unit alternator, sehingga arus yang keluar dari kumparan (stator) sudah dalam bentuk arus searah (DC). Selain itu pada alternator jenis ini komponen rotor berbentuk magnit remanen (tidak tetap) yang terdiri dari inti besi dan lilitan, sehingga apabila ada aliran listrik dari baterai ke lilitan maka rotor tersebut akan menjadi magnit.

 
Gambar. Komponen alternator dengan regulator

b.   Regulator

Untuk bisa memberikan suplay ke sistem kelistrikan sepeda motor dimana harus berupa arus DC (searah) terlebih untuk pengisian baterai maka arus dari alternator harus disearahkan. Regulator adalah komponen yang berperan untuk menyearahkan (rectifier) arus AC menjadi DC yang nantinya digunakan untuk pengisian baterai, selain juga berperan sebagai pengatur/pengontrol (regulator) besar kecilnya arus yang mengalir pada sistem kelistrikan.

 

Gambar. Regulator (kiprok) dan jalur soket (pin) regulator

Proses menyearahkan arus listrik AC menjadi DC pada sepeda motor terdapat 3 jenis, yaitu :

1)   Penyearah setengah gelombang (Half wave)

2)   Penyearahan gelombang penuh (Full wave)

3)   Penyearahan 3 phase


1)    Penyearah setengah gelombang

    

Gambar. Penyearahan setengah gelombang

Penyearahan setengah gelombang alternator coil dihubungkan dengan ground, dan ujung yang lain dihubungkan ke diode. Saat magnet berputar memotong alternator coil, maka alternator menghasilkan arus bolak-balik. Diode dipasang bias maju, sehingga meneruskan listrik gelombang positip. Karena hanya meneruskan gelombang positip saja yang mampu diteruskan ke baterai berarti hanya setengah gelombang yang diteruskan baterai. Sistem pengisian setengah gelombang banyak diterapkan pada sepeda motor dengan kapasitas mesin dibawah 150 cc.

 

Gambar. Skema setengah gelombang (Half wave)

2)    Penyearahan gelombang penuh (Full Wave)

Penyearahan gelombang penuh membutuhkan 4 diode, 2 diode dirangkai bias maju dan 2 diode dirangkai bias mundur seperti pada gambar penyearahan gelombang penuh. Diode yang dirangkai bias maju dihubungkan ke baterai sedangkan yang dirangkai bias mundur dihubungkan ke ground.

 
.Gambar. Penyearahan gelombang penuh (Full wave)

Proses penyearahannya adalah sebagai berikut : saat poros engkol berputar maka magnet juga berputar memotong alternator coil.

 

Gambar. Skema penyearahan Full Wave

Saat ujung A alternator menghasilkan gelombang positip maka D4 sebagai penghubung ground dan D1 sebagai penyearah. Pada setengah putaran berikutnya maka ujung B alternator coil yang menghasilkan gelombang positip, D3 bertindak sebagai penghubung ground dan D2 sebagai penyearah. Dengan demikian dalam satu putaran ujung A alternator coil menyearahkan setengah gelombang, dan ujung B alternator coil juga menyearahkan setengah gelombang, sehingga satu putaran menghasilkan 2 gelombang positip hasil penyearahan. Skema sistem pengisian dengan gelombang penuh ditunjukan pada gambar  biasa dipakai pada sepeda motor dengan kapasitas mesin diatas 100 cc .

3)    Penyearahan 3 phase

Pada penyearahan 3 phase, membutukan 3 alternator coil yang dirangkai bintang atau delta. Tiap ujung alternator coil hubungkan dengan sepasang diode. Dengan demikian dibutuhkan 6 diode. Gelombang listrik yang dihasilkan dalam satu putaran ada 3, dengan selisih 360º : 3 = 120º. Karena lebih rapat gelombang yang dihasilkan maka arus yang dibangkitkan lebih besar dan stabil, Model ini banyak digunakan pada sepeda motor dengan kapasitas besar.

 

Gambar. Penyearahan 3 phase

c.    Baterai (Accumulator)

Komponen sistem pengisian yang terakhir adalah baterai. Secara umum baterai berfungsi sebagai sumber arus searah (DC) serta sebagai penyimpan arus listrik sementara waktu, apabila arus listrik pada baterai dipakai secara kontinyu maka arus yg tersimpan akan habis. Selain itu kedudukan baterai pada sepeda motor bisa dikategorikan sebagai berikut :

1)    Mesin dalam keadaan mati dan sewaktu mesin dihidupkan. 

Baterai akan memasok kebutuhan listrik ke semua komponen listrik.

 
Gambar. Suplai arus listrik saat mesin mati

2)    Pada putaran mesin rendah

Sewaktu daya listrik yang dihasilkan oleh alternator lebih rendah daripada yang diperlukan oleh komponen-komponen listrik, baik baterai maupun alternator memasok listrik ke komponen-komponen listrik tersebut.

3)    Pada putaran mesin tinggi

Sewaktu daya listrik yang dihasilkan oleh alternator lebih tinggi daripada yang diperlukan oleh komponen-komponen listrik, baterai menyimpan listrik yang diterimanya dari alternator.

 

Gambar. Suplai arus listrik saat mesin putaran tinggi

 Prinsip kerja rangkaian sistem pengisian 

Bila suatu penghantar digerakkan memotong suatu medan magnet, maka pada penghantar tersebut akan dihasilkan suatu arus listrik. Listrik yang dihasilkan disebut induksi elektromagnetik. Hubungan arah garis gaya magnet, arah gerak penghantar memotong dan arah arus yang dihasilkan dijelaskan menurut kaedah tangan kanan Fleming,s. Menurut kaedah tangan kanan Fleming`s maka ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, jari telunjuk menunjukkan arah garis gaya magnet dan jari tengah menunjukkan arah arus listrik yang dihasilkan.

 

Gambar Kaedah tangan kanan Fleming`s

Semakin cepat kita menggerakan penghantar semakin besar induksi elektromagnetik yang dihasilkan, semakin banyak penghantar yang memotong medan magnet semakin besar induksi elektromagnetik yang dihasilkan, semakin kuat medan magnet yang dipotong oleh penghantar semakin besar induksi elektromagnetik yang dihasilkan.

Besarnya induksi elektromagnetik dapat dirumuskan sebagai berikut:

E= B.L.V.

E = Besar induksi elektromagnetik

B = Kuat medan magnet

L = Panjang penghantar

V = Kecepatan memotong medan magnet

Dari rumus tersebut nampak bahwa besarnya induksi elektromagnetik yang dihasilkan berbanding lurus dengan:

a.    Kecepatan pemotongan medan magnet.

b.    Panjang penghantar yang memotong medan magnet

c.     Kuat medan magnet

Pada gambar  di bawah ini menunjukan rangkaian sistem penerangan dan pengisian, dimana kedua sumber listrik diatur oleh regulator rectifier. Rangkaian tersebut adalah contoh rangkaian sistem pengisian setengah gelombang dan banyak digunakan pada sepeda motor dibawah 150 cc.

Pada regulator tidak hanya mengatur stabilitas tegangan pengisian, namun juga mengatur stabilitas tegangan penerangan. Sehingga kalau ada gangguan regulator maka lampu menjadi cepat putus.

 

Gambar. Rangkaian sistem pengisian dan penerangan Supra 100 cc

Pada gambar cara kerja sistem pengisian sepeda motor dimana saat mesin hidup maka magnet berputar menginduksi alternator coil, saat putaran rendah tegangan yang dihasilkan alternator coil masih di bawah batas, arus listrik disearahkan oleh diode untuk mengisi baterai dan ke beban lain.

 

Gambar. Cara kerja sistem pengisian sepeda motor

Saat putaran mesin semakin tinggi, tegangan yang dibangkitkan oleh alternator coil juga semakin tinggi. Agar tegangan yang dibangkitkan tidak merusak maka tegangan dibatasi antara 14 -16 V pada putaran 5000 rpm. Pada saat tegangan mencapai 14 V, zener diode (ZD2) akan On sehingga memicu SCR2 menjadi On. Saat SCR2 ON, arus akan mengalir ke ground melalui R4, sehingga tegangan ke baterai dan beban berkurang.

Hal itu sama dengan pada sistem penerangan, apabila tegangan melebihi batas maka ZD1 akan On sehingga memicu SCR1 menjadi On. Saat SCR1 ON maka arus akan mengalir ke ground melalui R3, sehingga tegangan ke lampu berkurang. Saat tegangan di bawah batas maka ZD1 akan Off sehingga tegangan naik lagi. Demikian seterusnya sehingga tegangan tetap stabil.


Minggu, 23 Juli 2023

PENGELOLAAN BENGKEL

Struktur Organisasi Bengkel Otomotif


by Samekto W.

Jumpa lagi sobat semuanya.. Artikel kali ini akan mengupas secara sederhana terkai materi yang terdapat pada Pengelolaan Bengkel Otomotif, meliputi organisasinya, job dari masing-masing personal dalam struktur organisasi, bagaimana merancang sebuaj bengkel sampai dengan bagaimana mempromosikan usaha bengkel tersebut, 
Sebagai materi awal akan dibawas mengenai struktur organisasi.

Pengertian Struktur Organisasi

Organisasi menurut yaitu sekelompok orang yang dipersatukan dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan tertentu. Struktur diartikan sebagai sesuatu yang disusun dengan pola tertentu. Selanjutnya, struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan antar setiap komponen yang terdapat pada sebuah organisasi sehingga dapat menjalankan kegiatan dalam organisasi dan diharapkan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Struktur organisasi bengkel sepeda motor, artinya susunan antar komponen atau bagian pada sebuah organisasi bengkel sepeda motor untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dalam sebuah struktur organisasi, terlihat secara jelas pembagian pekerjaan antara satu bagian dan bagian yang lainnya. Selain itu, dapat pula dilihat mengenai pembatasan fungsi dan hubungan antar komponen organisasi, sehingga tampak jelas wewenang dan pertanggungjawaban antar bagian.

Ciri-ciri Organisasi

Ciri-ciri organisasi secara umum, antara lain:

  • Mencakup sejumlah orang yang saling berinteraksi satu sama lain dan saling kenal.
  • Interaksi antar anggota dapat diatur dengan struktur tertentu.
  • Adanya kegiatan yang berbeda-beda, akan tetapi semua saling berkaitan (interdependent part).
  • Tiap individu memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa pemikiran, tenaga, dan kemampuan.
  • Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan.
  • Adanya tujuan organisasi yang ingin dicapai.

Prinsip Organisasi

  • Prinsip skala hirarki, artinya suatu organisasi terdapat garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan hingga pelaksana sehingga wewenang dan  bertanggung jawaban jelas dan menunjang efektivitas kinerja sebuah organisasi.
  • Prinsip kesatuan perintah, artinya seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada satu atasan.
  • Prinsip pendelegasian wewenang, dimana seorang pemimpin memiliki kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya sehingga memerlukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Seseorang yang diberi wewenang harus mampu menjamin ketercapaian hasil. Wewenang yang dilimpahkan dalam pendelegasian meliputi pengembalian keputusan, hubungan dengan pihak lain, dan mengadakan tindakan tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu kepada atasnnya.
  • Prinsip pertanggungjawaban, dalam menjalankan tugasnya setiap anggota harus bertanggung jawab secara penuh kepada atasannya.
  • Prinsip pembagian pekerjaan, didasarkan berdasarkan keahlian masing-masing
  • individu untuk mengoptimalkan kegiatan yang berlangsung dalam sebuah organisasi.
  • Prinsip rentang pengendalian, artinya jumlah staf yang dikendalikan oleh seorang atasan harus dibatasi secara rasional.
  • Prinsip fungsional, artinya pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas, wewenang, kegiatan kerja, hubungan kerja, serta tanggung jawabnya.
  • Prinsip pemisahan, setiap beban pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan kepada orang lain.
  • Prinsip keseimbangan, adanya keseimbangan antara struktur dan tujuan organisasi.
  • Prinsip fleksibilitas, artinya setiap organisasi harus mampu tumbuh dan berkembang.
  • Prinsip kepemimpinan, setiap organisasi memerlukan adanya kepemimpinan sebagai penggerak.             

Prinsip Pengorganisasian

 Dalam sebuah organiasi diperlukan identifikasi dan pembagian tugas secara tepat, beberapa prinsip dasar pengorganisasian, antara lain:

  •  Dalam sebuah organiasi diperlukan identifikasi dan pembagian tugas secara tepat, beberapa prinsip dasar pengorganisasian, diantaranya mempersiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara tepat.
  • Mengkoordinasikan semua aktivitas.
  • Merumuskan keputusan-keputusan yang tepat, khas dan jelas.
  • Merumuskan pembagian tugas kepada seluruh anggota organisasi dengan jelas.
  • Mengajak seluruh anggota organisasi untuk bertanggung jawab, mempertahankan kedisiplinan dan inovatif.
  • Memberikan imbalan yang layak untuk jasa yang diberikan kepada organisasi.
  • Merumuskan dan menerapkan sanksi terhadap kesalahan.
  • Mengupayakan agar kebutuhan individu masing-masing anggota terpenuhi sesuai dengan kepentingan organisasi.
  • Melakukan pengawasan.
  • Menghindari peraturan-peraturan yang berlebihan.

Manfaat Struktur Organisasi

Berdasarkan penjelasan mengenai struktur organisasi bengkel, dapat diidentifikasi manfaat struktur organisasi, antara lain:

  • Kejelasan tugas, baik secara individu maupun tugas-tugas yang yang sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.
  • Pembagian kerja merata sehingga dapat menghindari timbulnya konflik dan sumberdaya.
  • Alur kerja logis karena semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik oleh individu maupun kelompok dalam organisasi.
  • Komunikasi berjalan baik sehingga pengawasan maupun pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan efisien
  • Memungkinkan untuk terciptanya keharmonisan antar anggota organisasi yang terlibat dalam kegiatan.
  • Struktur otoritas yang tepat dapat memperlancar perencanaan maupun pengawasan kegiatan.

Pembuatan Struktur Organisasi

Setelah mengetahui pentingnya struktur organisasi, selanjutnya dibahas mengenai langkah-langkah pembuatan struktur organisasi, antara lain:

  • Membuat gambaran-gambaran umum mengenai rencana, sasaran maupun target yang ingin dicapai.
  • Menetapkan tugas-tugas pokok.
  • Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian.
  • Mengalokasikan sumber daya dan tugas-tugas bagian.
  • Melakukan evaluasi hasil pengorganisasian.

Secara sederhana, pembuatan struktur organisasi dapat dilihat pada gambar

 

Tugas dan Tanggung Jawab Komponen Organisasi Bengkel Otomotif 

Komponen-komponen Organisasi bengkel otomotif tentunya memiliki job description yang berbeda-beda. Beberapa komponen beserta uraian tugas dalam sebuah struktur organisasi bengkel sepeda motor dapat dilihat pada Tabel.

 

Adapun contoh struktur organisasi pada sebuah bengkel sepeda motor digambarkan pada Gambar

 

Upaya Mempertahankan Organisasi

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar sebuah organisasi mampu bertahan dan menjalankan fungsinya dengan baik, antara lain:

  • Fungsi organisasi harus selalu diupayakan sesuai dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
  • Fungsi dan bentuk organisasi merupakan satu kesatuan yang harus dipahami dengan benar dan tepat sehingga tujuan organisasi tercapai sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
  • Perubahan dalam organisasi diperlukan sebagai evaluasi kinerja masing-masing bagian dan dapat digunakan sebagai indikator pencapaian tujuan

Senin, 10 Juli 2023

DRIVER OJOL AMAN BERKENDARA BERSAMA SMK MUH 3 YOGYA

KENALI KENDARAANMU

AGAR KESELAMATANMU TIDAK TERGANGGU

by @chsan M


 
Photo bersama pasca pelatihan

Minggu 09/07/2023, bertempat di Lab. Teknik Sepeda Motor SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, kegiatan Pelatihan Otomotif dan Self Defense Bagi Driver Ojol Wanita untuk wilayah Yogyakarta digelar. Acara yang dihadiri peserta perwaikilan driver ojol wanita yang beroperasi di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya tersebut diikuti oleh 25 peserta dan acara mulai dibuka pihak panitia penyelenggara pukul 09.00 WIB. Sebanyak dua puluh lima peserta tersebut mewakili driver ojol wanita dari berbagai aplikasi ojol yang berada di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya, meliputi Grab, Gojek, Maxim, Shopee food ataupun dari aplikasi Yogya kita.

 
Peserta Pelatihan

Kegiatan pelatihan bagi driver ojol wanita ini diprakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, bersama koordinator pelaksana dan pemrakarsa kegiatan Ibu Khairunnisa Etika Sari, SIP, MIP dibantu temen temen mahasiwa UIN. Pada kesempatan ini mengajak pula institusi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai tempat sekaligus nara sumber dari materi pelatihan yang diagendakan.

Kiranya merupakan pilihan yang sangat tepat, mengingat SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai sekolah yang salah satu jurusannya mengajarkan tentang teknologi sepeda motor dan sudah terlisensi PT Astra Motor, selain itu merupakan SMK Binaan Safety Riding PT Astra Motor Yogyakarta dan Ditlantas Polda DIY, sehingga materi yang diusung sesuai tema pelatihan dapat tersampaikan dengan maksimal.

 
SMK Sekolah Binaan Safety Riding

Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, tutur Dr. Drs. H. Suprihandono, MM. "Memimpin sekolah sebagai salah satu bagian dari Amal Usaha  tentunya  bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan kepada para siswa  sebagai kegiatan utama sekolah, selain itu dapat memberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang membutuhkan terlebih para Driver Ojol Wanita yang butuh tambahan pengetahuan teknis kendaraan ataupun kampanye keselamatan berkendara, kiranya Lembaga Pendidikan seperti SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini harus tampil serta turut ambil bagian untuk mensosialisasikannya." Meskipun masih belum memenuhi kuota dari jumlah driver ojol wanita yang jumlahnya hampir 1000 orang di wilayah Yogyakarta ini.

Materi dari nara sumber pertama disampaikan oleh Muhammad Achsanudin, S.Pd.T, selaku pengampu mata pelajaran Teknik Sepeda Motor, dimana nara sumber tersebut juga pernah menyampaikan pengetahuan safety riding pada event-event yang diselenggarakan PT Astra International, Tbk-Honda. Pada penyampaian materi tersebut peserta begitu antusias dalam megikuti materi mulai dari faktor-faktor penyebab kecelakaan, bagimana etika berkendara yang benar, mengidentifikasi segala macam bahaya yang ada di jalan, persiapan dan perlengkapan dalam berkendara semuanya diramu dan dicontohkan dengan kondisi nyata yang dialami para peserta. Berbagai pengetahuan teknis yang terdapat pada sepeda motor diselipkan di seiap materi yang disampaikan agar para peserta menerima materi utuh dan jelas.

 
Penyampaian materi oleh Muhammad Achsanudin, S,Pd.T

sehingga waktu yang ditentukan pada materi pertama yang sekiranya selesai dalam 1 jam tidak terasa molor hingga 1,5 jam.

Materi dari nara sumber kedua disampaikan oleh Erwin Rismanto S.IP, M.Sos, karyawan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang bertugas mengawasi Digital library atau Perpustakaan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Erwin Rismanto sering juga berkecimpung dalam kegiatan yang diadakan pihak LPPM UIN Sunan Kalijaga, terkait masalah Trend masyarakat Urban yang saat ini banyak di dominasi oleh kaum hawa.
Materi kedua memberikan pengetahuan masalah isu-isu yang muncul dikalangan driver ojol wanita, terkait dengan isu pelecehan sosial, kekerasan kepada perempuan, kesetaraan gender ataupun isu wanita sebagai tulang punggung keluarga. Materi dasar Self Defense dan bagaimana driver ojol wanita itu bersikap sehingga masyarakat juga bisa membuka mata serta menyikapinya secara bijak dan tidak memandang driver ojol wanita dengan sebelah mata.

Perlindungan dan pertahanan diri tidaklah kalah penting yang harus dimiliki bagi driver ojol wanita. Bagimana gerakan bertahan, teknik menyerang area vital dan rentan baik dengan menggunakan tangan dan kaki merupakan inti materi yang disampaikan Erwin Rismanto. 
Dari pemaparan kedua nara sumber tersebut diharapkan para peserta pelatihan driver ojol wanita bisa melakukan aktivitasnya dengan nyaman dan aman, sekaligus bisa menyampaikan hasil pelatihan ini kepada driver ojol wanita yang belum sempat mengikuti pelatihan pada kesempatan ini.

Berikut berbagai testimoni yang disampaikan para peserta Pelatihan Otomotif dan Self Defense Bagi Driver Ojol Wanita untuk wilayah Yogyakarta, yang dikirimkan melaui chat.

 
Testimoni peserta pelatihan

Jumat, 23 Juni 2023

Mendiagnosa Kerusakan Sensor Toyota Agya

Mendiagnosa Kerusakan Sensor
Dengan Scaner Launch

by.@chsan M

Halo Otomotif lover semua, kali ini kita akan mengupas cara mendiagnosa kerusakan sensor system injeksi bahan bakar dengan menggunakan scanner Launch. Kebetulan ada kendraan TOYOTA AGYA yang info dari pemilik mobil lampu check engine nya nyala terus meskipun kondisi mesin sudah hidup. Check engine lamp adalah merupakan indicator yang terdapat pada system control injeksi untuk memberikan tanda kerusakan pada sistemnya, apabila system yang terdapat pada control injeksi bahan bakar tidak terdapat masalah maka check engine lamp akan mati saat mesin dihidupkan seperti tampilan video dibawah dan sebaliknya jika terdapat kerusakan pada komponen baik sensor ataupun actuator pada system tersebut maka check engine lamp akan menyala meskipun mesin dalam keadaan hidup.

Yang perlu diketahui ada beberapa komponen baik sensor ataupun actuator pada system injeksi bahan bakar jika mengalami kerusakan atau trobel terkadang mesin masih bisa dinyalakan. Komponen sensor atau actuator tersebut merupakan komponen yang tidak mengakibatkan hidup matinya mesin, seperti sensor MAP, O2, TP, WTS, IATS, ISC. Sensor dan actuator tersebut merupakan indicator yang berfungsi menyempurnakan proses pembakaran bahan bakar sehinga emisi bisa berkurang ataupun pembakaran mejadi lebi normal. Walaupun jika kerusakan tersebut dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada mesin. Sedangkan sensor ataupun actuator yang mempengaruhi hidup tidaknya mesin seperti sensor CKP, injector, ataupun ECU itu sendiri.

Selain juga terdapat kerusakan pada sensor ataupun aktuatornya bisa juga mungkin dikarenakan ganggungan yang disebabkan sambungan kabel yang kendor, kena air, kotor ataupun ECU masih menyimpan memori gangguan yang dtimbulkan dari kerusakan komponen system injeksi tersebut. Jika kondisi ini yang terjadi maka bisa dilakukan dengan mereset ataupun menghapus data kerusakan yang tersimpan pada memori ECU.

Semua kerusakan tersebut bisa diketahui melalui check engine lamp yang terdapat pada odometer di dasbord kemudi, seperti kasus yang terdapat pada kendaraan Agya pada video dibawah ini.

 
Gambar. Lampu check engine menyala saat mesin hidup

Nah apabila kita menemui gejala kerusakan seperti video tersebut yaitu mesin masih bisa dihidupkan dengan kondisi yang kelihatan normal, maka kerusakan pada system injeksi bukanlah kerusakan yang fatal, namun harus diperbaiki.

Pada kesempatan ini kita ada scanner Launch yang nanti digunakan untuk mendiagnosa dan mengetahui kerusakan mobil tersebut. Scaner Launch ini sudah menggunakan system OS seperti yang sudah digunakan pada android, sudah layar sentuh dan sudah support dengan wifi dan bloetooth (alias nircable/tanpa kabel). Untuk menghubungkan diagnostic OBD yang menghubungkan data link konektor dan scanner nya tanpa kabel (Bluetooth).

 
Gambar. Penampang scaner launch

Langsung saja kita mulai mendiagnosa kerusakannya mobil TOYOTA AGYA tersebut menggunakan scanner Launch dengan langkah sebagai berikut :

Mengecek dan Membersihkan Memori kerusakan

  • Lepas diagnostic OBD pada  scanner kemudian pasang ke data link konektornya
 
Gambar. OBD diagnostik dan pemasangan OBD pada data link
  • Nyalakan scanner dengan menekan tombol On/Off yang terdapat pada sisi kanan layar kemudian putar kunci kontak pada posisi On
  • Masuk ke menu scanner X-431 PRO (dilayar akan tampil wilayah kendaraan itu diproduksi, American, europan, Asian, chinnese.
  • Pilih wilayah kendaraan itu di produksi, (Toyota masuk wilayah Asian)
  • Setelah pilih menu Asian maka akan tampil semua merk kendaraan yang ada pada wilayah tersebut (pilih merk kendaraan TOYOTA), maka scanner akan menganalisa jenis kendaraannya
  • Pilih menu jumlah PIN (yaitu jumlah soket yang terdapat pada OBD ataupun data link ECU nya) yaitu 16 PIN.
  • Pilih menu manually select jika menu automatic search nya tidak membaca







Kamis, 08 Juni 2023

Komponen Pendeteksi Kerusakan

Pendeteksi Kerusakan

(Komponen Sistem Kontrol elektronik Injeksi)

by.@chsan M

Jumpa lagi maseeh, bro n sis.. Kupasan kali ini terkait komponen terakhir dari rangkaian komponen sistem kontrol elektronik Injeksi pada sepeda motor. Dimana pada topik-topik sebelumnya sudah dipaparkan mengenai komponen sistem kontrol injeksi tersebut mulai dari Komponen penyedia Arus, ECM, Komponen Sensor, ataupun Regulator

Nah komponen yang terakhir ini adalah komponen yang terpenting pada sistem kontrol elektronik injeksi, berikut ulasannya 

Pada sistem kontrol elektronik injeksi dengan EFI sudah dilengkapi dengan komponen yang mampu mendeteksi kerusakan pada sistem baik pada sensor ataupun aktuatornya, tujuannya adalah untuk memudahkan dalam menemukan komponen mana yang mengalami kerusakan (trouble). Komponen pendeteksi kerusakan (trouble) pada sistem EFI diistilahkan dengan MIL (Malfuntion Indicator Lamp) atau lampu indikator ketidakfungsian. MIL berupa lampu indikator ang diletakkan pada odometer seperti ditunjukan pada gambar dibawah.

 

Gambar. Malfunction Indicator Lamp

MIL akan menyala jika ada kerusakan pada sistem, sensor ataupun aktuator yang terdeteksi melaui ECM/ECU. Nyala dari MIL berupa kedipan lampu yang menunjukkan kode kerusakan atau trouble pada sensor sesuai dengan tipe atau merk kendaraannya.

Selain dilengkapi dengan MIL yang memudahkan untuk mengetahui kerusakan pada sistem injeksi, sistem EFI juga dilengkapi dengan DLC (Data Link Connector), berupa soket yang berfungsi sebagai penghubung data dengan scaner atau DLC short connector. Tujuannya untuk melakukan pendeteksian kerusakan sistem injeksi baik secara manual menggunakan DLC short connector ataupun scaner/alat diagnosis kerusakan. Selain itu digunakan juga untuk mereset (set ulang) atau menghapus kode kerusakan pada ECM/ECU.

 
Gambar. DLC dan DLC short connector

Mereset kode kerusakan yang dilakukan secara manual, yaitu dengan menggunakan kabel jumper atau spesial tool yang disebut DLC short connector, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah. DLC short connector atau disebut juga SCS adalah sebuah soket yang memiliki satu kabel, apabila dipasang pada DLC dua ujung kabel tersebut akan menghubungkan kabel warna coklat dan kabel warna hijau/hitam (massa).

 
Gambar. Pemasangan DLC short connector SIstem PGM-FI

Pada jenis unit sepeda motor Honda PGM-FI, DLC short connector selain digunakan untuk mereset kode kerusakan secara manual juga digunakan untuk mereset sistem injeksi yang lain, yaitu mereset TP sensor atau pun setting alttitude (mode). Berikut ini adalah beberapa cara mereset sistem injeksi pada sepeda motor Honda secara manual (dengan menggunakan SCS/DLC short connector).

Mereset ECM

Adalah menghilangkan memory kegagalan pada sensor yang masih masih tersimpan pada ECM (Engine Control Module) dengan langkah sebagai berkut:
  Posisikan kunci kontak OFF
  Lepas tutup DLC
  Pasang DLC short connector pada DLC
  Putar kunci kontak ON
  Lepas  DLC short connector pada DLC kemudian pasang kembali dalam waktu 5 detik.
  MIL akan berkedip cepat tanda reset berhasil.

Mereset TP/ Sensor EOT atau ECT

Untuk dapat melakukan reset TP, syaratnya adalah tidak ada kode kerusakan yang masih tersimpan pada ECM atau reset ECM harus berhasil. Adapun langkah mereset TP adalah
  Putar kunci kontak ke OFF
  Lepaskan penutup DLC dan pasang DLC short connector
  Lepaskan konektor 2P sensor EOT (sensor ECT jika memakai radiator)
  Hubungkan terminal-terminal konektor sisi kabel dengan kabel jumper (jumper line). Hubungan kabel kabel Kuning/biru – Hijau/jingga pada konektor 2P sensor EOT

 

Gambar. Pemasangan kawat jumper sensor EOT Beat FI

  Putar kunci kontak ke posisi ”ON”,
  Lepaskan jumper line dari konektor sensor EOT.
  MIL berkedip selama 10 detik (pola penerimaan reset) Putar kunci kontak ke posisi OFF
  Pasang kembali konektor sensor EOT
  Lepaskan DLC short connector, tutup kembali DLC dengan penutup DLC
  Hidupkan mesin pada putaran stasioner selama kurang lebih 20 menit.

Altittude Setting (setting ketinggian)

Setting ketinggian pada sistem injeksi bertujuan untuk memberikan perintah kepada injektor terkait volume bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar berdasarkan posisi ketinggian kendaraan diatas permukaan air laut. Semakin tinggi posisi kendaraan maka semakin banyak volume bahan bakar yang disemprotkan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1)  Pastikan ECM tidak menyimpan kode kegagalan.
2)  Jika kode kegagalan tersimpan dalam ECM, maka proses alttitude setting
tidak dapat dilakukan.
3)  Setting ketinggian akan gagal apabila proses setting ketinggian, mesin dalam keadaan hidup. Yang menjadi catatan : Setting dari pabrik adalah Mode 1 dengan langkah sebagai berkut :
  Putar kunci kontak OFF
  Lepas tutup DLC dan Pasang DLC short connector
  Menarik/Membuka handle gas sehingga trottle valve terbuka penuh
  Putar kunci kontak posisi ON
  Tunggu kedipan MIL cepat kemudian kembalikan handle gas ke posisi semula sehingga trottle valve dalam keadaan terutup
  Lihat kedipan MIL, bila berkedip 1 kali berarti reset Mode 1 berhasil